Tujuh orang positif dari hasil rapid test di pasar Bulungan

id covid

Tujuh orang positif dari hasil rapid test di pasar Bulungan

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bulungan melakukan tes cepat (rapid test) di pasar dan bandara di Bulungan, Rabu (20/05). Istimewa

Tarakan (ANTARA) - Sebanyak tujuh orang ditemukan positif (hasil deteksi antibodi reaktif)
dari hasil tes cepat (rapid test) secara acak di pasar induk dan dan pasar sore, kemudian satu orang positif di bandara Tanjung Harapan di Bulungan, Rabu.

"Siang ini, kita melakukan RDT (Rapid Diagnostic Test) di Pasar Induk dan Pasar Sore yg di rencanakan dalam tiga hari," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Bulungan, Imam Sujono dalam pesan singkat yang diterima di Tarakan.

Tes cepat dilakukan terhadap 50 orang secara acak di Pasar Induk hasilnya lima positif, di Pasar Sore dari 36 orang yang menjalani tes cepat, ada dua orang yang positif, dan bandara ada satu orang.

"Kita pilih pasar karena selama dua bulan ini, semenjak ada kasus di BulunganPasar Induk dan pasar yang lain termasuk yang tidak patuh pada imbauan dari Tim Gugus," kata Imam.

Dijelaskannya bahwa tes cepat baru dilakukan ke pasar - pasar karena Tim Gugus Percepatan Penangganan COVID-19 Bulungan, karena baru mendapatkan alat tes cepat yang cukup.

"Agenda ke depan akan ada RDT, termasuk untuk mini market yang ada di Bulungan dan tempat lain yang merupakan tempat - tempat yang berpotensi menjadi tempat penularan antar manusia," kata Imam.


Apa Rapid test ?

Rapid testcorona adalah salah satu jenis pemeriksaan untuk mendeteksi adanya infeksi virus, termasuk Corona (COVID-19) dalam tubuh.

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai skrining awal infeksi virus Corona pada orang yang berisiko tinggi.

Rapid test coronadi Indonesia sendiri menggunakan sampel darah untuk mendeteksi kadar antibodi imunoglobulin terhadap virus dalam tubuh.

Rapid testcorona direkomendasikan untuk:

Orang tanpa gejala (OTG), terutama yang mempunyai pernah melakukan kontak minimal 7 hari dengan pasien positif COVID-19 atau memiliki risiko tertular dari penderita. Misalnya,
- petugas kesehatan.
- Orang dalam pemantauan (ODP)

- Pasien dalam pengawasan (PDP)

- Orang dengan profesi yang mengharuskannya melakukan kontak dengan banyak orang, seperti polisi, tentara, sopir kendaraan umum, petugas bandara, kurir, pejabat publik, pengemudi ojekonline, dan sebagainya.

Rapid test hanya pemeriksaan awal, sementara itu untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19, hasil pemeriksaan swab lah yang digunakan.

Baca juga: Vaksin COVID-19 diperkirakan Januari 2021
Baca juga: Indonesia dukung Palestina di tengah pandemi COVID-19


Pewarta :
Editor : Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar