203 orang jumlah kasus suspect yang dipantau di Tarakan

id suspek

203 orang jumlah kasus suspect yang dipantau di Tarakan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti. Antara/Susylo Asmalyah

Tarakan (ANTARA) - Jumlah kasus suspect yang dipantau saat ini sebanyak 203 orang, yakni orang yang dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggaldi negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal,” kata Juru Bicara Gugus Tugas PercepatanPenanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti di Tarakan, Rabu.

Orang dengan salah satu gejala ISPA dan 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Sedangkan jumlah kumulatif kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 87 orang, dimana kasus konfirmasi tanpa gejala sebanyak 63 orang dan konfirmasi dengan gejala sebanyak 24 orang.Saat ini jumlah pasien yang sembuh 87 orang.

“Jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau yang saat ini sebanyak87orang.
Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19,” kata Devi.

Riwayat kontak erat yang dimaksud yakni kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable/kasus konfirmasi dalam radius satu meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.

Kemudian sentuhan fisik langsung dengan kasus yang terkonfirmasi seperti salaman, berpegangan tangan dan lain – lain.Selanjutnya orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus terkonfirmasi tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar.

“Kami sampaikan, kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Tarakan agar selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” katanya.

Dengan mengadaptasi kebiasaan baru seperti menggunakan masker kain, mencuci tanganpakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain minimal satu meter, menghindariberkerumun di tempat-tempat umum, membatasi menyentuh fasilitas di tempat umum, danjanganmenyentuh mata, hidung, serta mulut sebelum mencuci tangan.
Baca juga: Seorang pasien suspect COVID-19 meninggal di Tarakan
Baca juga: Suspect COVID-19 meninggal di Medan punya riwayat perjalanan ke Israel

Pewarta :
Editor : Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar