Pemkot Tarakan antisipasi bencana tanah longsor

id bencana

Pemkot Tarakan antisipasi bencana tanah longsor

Walikota Tarakan, Khairul. Antara/Susylo Asmalyah

Tarakan (ANTARA) - Pemerintah Kota Tarakan memasuki musim hujan ini, mengantispasi bencana tanah longsor, karena beberapa kawasan tempat tinggal warga merupakan daerah rawan.

“Kalau di Tarakan yang berbahaya bukan banjirnya, tapi tanah longsor kalau hujan,” kata Walikota Tarakan, Khairul di Tarakan, Rabu.

Terkait hal itu, Pemkot Tarakan terus melakukan proses mitigasi bencana diantaranya menghimbau warga untuk tidak tinggal di tempat rawan longsor. Kemudian kawasan tersebut dijadikan hutan kota, agar tidak ditempati warga lagi.

“Terutama pada lereng – lereng bukit yang kemiringannya di atas 30 derajat karena secara teori pasti longsor bila hujan,” kata Khairul.

Dia mengungkapkan kadang ada wilayah sampai tiga kali mengalami longsor di tempat yang sama, begitu sudah tidak longsor dibangun tempat tinggal lagi oleh warga. Akhirnya Kembali longsor lagi.

Selain itu, titik rawan longsor banyak jumlahnya dan menyebar dihampir semua kawasan Tarakan yang memiliki kontur wilayah berbukit dan memiliki kemiringan di atas 30 derajat.

Menurutnya itu resiko daerah perkotaan, dimana jumlah penduduk semakin meningkat, maka mencari tempat untuk tinggal. Kebanyakan kawasan kosong adalah hutan lindung dan hutan kota.

“Guna mengatasi itu, maka pengawasan dilakukan lebih ketat, maka itu merupakan tugas – tugas terberat kita,” kata Walikota.

Kedepannya Pemkot Tarakan akan melakukan reboisasi lagi terutama di hutan kota dan hutan lindung. Termasuk kawasan yang memiliki kemiringan 30 derajat dan rawan longsor akan dibuat hutan kota.

Selain itu, daerah – daerah tangkapan air juga harus dipikirkan, karena daya serap tanah di Tarakan sudah semakin menurun.

“Alhamdulillah saat ini musim hujan kali, tidak ada laporan tanah longsor korban harta maupun korban jiwa,” kata Khairul.
Baca juga: BNPB: 1.483 bencana alam terjadi dari Januari-15 Juni 2020
Baca juga: Irianto : Penanggulangan Bencana Tanggung Jawab Bersama


Pewarta :
Editor : Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar