Tujuh rumah di Tarakan ludes terbakar

id Kebakaran

Tujuh rumah di Tarakan ludes terbakar

Sebanyak tujuh rumah di kawasan  RT 17 Kelurahan Juata Laut, Tarakan, Kamis (3/9) rumah ludes terbakar. Antara/Susylo Asmalyah

Tarakan (ANTARA) - Sebanyak tujuh rumah di kawasan
RT 17 Kelurahan Juata Laut, Tarakan, Kamis siang rumah ludes terbakar.

Salah seorang warga setempat, Muhammad Arfan, seorang warga setempat mengatakan, api berasal dari rumah milik Hasan yang posisinya tepat berada di tengah-tengah pemukiman.

“Apinya dari arah tengah lalu menyebar ke belakang dan bagian depan. Saat kebakaran tadi yang punya rumah sedang keluar,” katanya.

Dia menduga kebakaran tersebut disebabkan korsleting listrik dari rumah Hasan.

“Tidak ada ledakan, tapi ada suara rintik-rintik dari kabel yang korsleting. Apinya yang duluan kelihatan baru asapnya, dan sangat cepat, jadi tidak sempat kami selamatkan barang-barang,” ungkapnya.

Namun yang membuat parah karena ada tabung di dalam rumah itu. Saat musibah terjadi dia nongkrong tak jauh dari lokasi kejadian.

Melihat kejadian ini, Arfan bersama warga sekitar bergerak cepat memadamkan api serta menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah Hasan. Namun upayanya tak berhasil dilakukan karena gerakan si jago merah begitu cepat.

Hal ini dibenarkan oleh Hasan saat ditemui di lokasi kejadi. Ia mengaku saat kejadian keluargan tidak ada di dalam rumah karena sibuk dengan urusan masing-masing.

“Di ruang tamu hanya ada TV dan kipas angin. Kalau kondisi kabel memang sudah tua. Kami ada lima orang yang menempati rumah itu, tapi tidak ada yang di rumah,” sebutnya.

Menurut data sementara yang dihimpun, musibah ini mengakibatkan sembilan kepala keluarga dan 40 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Sebagian besar rumah di daerah tersebut berbahan dasar kayu. Beruntung, kurang dari 15 menit kobaran si jago merah berhasil dijinakan oleh petugas pemadam kebakaran.
Baca juga: Gubernur Bantu Korban Kebakaran Sebengkok Pelayaran
Baca juga: 20 jiwa kehilangan tempat berteduh akibat kebakaran di Tarakan
Pewarta :
Editor : Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar