Debat Publik Cabup-Cawabup Nunukan hanya satu kali

id kpu, nunukan,debat calon, pilkada 2020

Debat Publik Cabup-Cawabup Nunukan hanya satu kali

Pilkada Nunukan

Nunukan (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan hanya menggelar satu kali debat publik bagi pasangan calon bupati dan wakilnya di Pilkada Nunukan pada 22 November 2020.

"Guna menghindari pandangan negatif, nanti, sehari sebelum acara, KPU Nunukan akan mempertemukan moderator dari UGM ini dengan semua pasangan kandidat dalam satu ruangan," kata Ketua KPU Nunukan Rahman di Nunukan, Selasa.

Hal itu dilalukan agar tidak ada pandangan negatif kepada penyelenggara (KPU Nunukan) bahwa memihak salah satu paslon (pasangan calon).

Moderator dari Universitas Gajah Mada (UGM).

"

Ketua KPU Nunukan, Rahman di Nunukan, Selasa mengatakan sebelum hari H pelaksanaan debat publik terlebih dahulu mempertemukan pasangan Cabup-Cawabup dengan moderator tersebut.


Kemudian, lanjut dia, KPU Nunukan sengaja tidak mengekspos identitas dari moderator yang akan memandu debat publik nantinya.

"Ini juga supaya tidak ada penilaian negatif kepada KPU Nunukan bahwa penyelenggara tidak netral," katanya.

Selain itu, mengenai tema dari materi debat publik nantinya telah diatur dalam Undang-Undang Pilkada maupun Peraturan KPU.

Namun mekanisme debat nantinya telah disepakati bersama komisoner KPU Nunukan.

"Karena debat publik pasangan Cabup-Cawabup (Nunukan) cuma satu kali maka tentunya semua materi akan dibahas sekaligus atau mungkin juga ada materi yang tidak didebatkan," ungkap Rahman.

Mengenai tempat pelaksanaan debat publik ini, di GOR Sei Sembilan Kelurahan Selisun Kecamatan Nunukan Selatan pada Minggu malam, 22 November 2020 pada 20.00 Wita.

Pilbup Nunukan diikuti dua pasangan calon Bupati-Wakil Bupati yakni Hj Asmin Laura Hafid-H Hanafiah dengan nomor urut 1 juga petahana dan H Danni Iskandar-H Muhammad Nasir nomor urut 2.

Baca juga: KPU Nunukan mulai lelang logistik pilkada

Baca juga: Temu Forkopimda Nunukan, Pjs Gubernur Ajak Ikut Kawal Pilkada
Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar