Dr Datu Iman Suramenggala dukung PWI Kaltim Peduli, pulangkan pasien rujukan ke KTT

id Pwi,Datu Iman

Dr Datu Iman Suramenggala dukung PWI Kaltim Peduli, pulangkan pasien rujukan ke KTT

Dr Datu Iman Suramanggala, support PWI Kaltim Peduli, pulangkan pasien rujukan ke KTT (Ist)

Samarinda (ANTARA) - Ketua Pembina Yayasan “Forum Komunikasi Ane’ Belungon (YFKAB)” Dr Datu Iman Suramenggala, support Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (PWI Kaltim) Peduli dalam membantu memulangkan warga dari Tanah Lia Kabupaten Tanah Tidung sebagai pasien rujukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda yang selesai perawatan operasi amputasi kaki akibat penyumbatan di pembulu darah, sehingga menyebabkan pembusukan di kaki sebelah kanan.

Achmad Shahab, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Kaltim yang membawahi PWI Kaltim Peduli mengatakan, berterima kasih atas bantuan dari Ketua Pembina Yayasan Forum Komunikasi Ane’ Belungon (YFKAB) di Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara yang difasilitasi Datu Iskandar Zulkarnaen, Mantan Ketua PWI Kaltara dalam mensupport PWI Kaltim Peduli untuk membantu biaya operasional transportasi pemulangan warga paska rawat inap yang kesulitan biaya pulang ke kampung halamannya.

“Kami mendapat permintaan melalui telepon dari keluarga pasien untuk diantar menggunakan ambulan karena pasien harus posisi tidur hingga pelabuhan Speedboad besar di Tanjung Selor, karena kehabisan bekal dan harus kembali ke kampung halaman di Tanah Lia Kabupaten Tanah Tidung,” ucap Shahab.

Terus terang, jelas Shahab, untuk operasional pengantaran jauh belum ada anggarannya. Ini bisa dilakukan jika ada yang mensupport PWI Kaltim Peduli.

Dijelaskan seputaran dalam kota Samarinda, Ambulan PWI Kaltim Peduli masih bisa melayani pengantaran gratis, namun jika harus keluar kota ini yg perlu dicarikan solusi.

“Alhamdulillah disambut dengan baik Pak Doktor Datu Iman Suramanggal. Operasional perjalanan dari Samarinda hingga Tanjung Selor lebih kurang habis sekitar Rp 6 juta. Kemudian dilanjut perjalanan menggunakan speedboat, carter sekitar Rp 3 jutaan, jadi perkiraan biaya yang harus kita carikan solusi lebih kurang Rp 9 jutaan,” terang Shahab.

Achmad Shahab yang juga wartawan Samarinda Pos menyampaikan, upaya memulangkan pasien ke Tanah Lia bisa terealisasi, karena masih banyak orang dan pihak yang perduli dengan sesama. “Semoga pihak yang membantu baik perorangan maupun secara lembaga mendapatkan ganjaran pahala. Kami dari PWI Kaltim Peduli hanya bisa membantu sebatas penyiapan unit ambulans, semoga perjalanannya nanti dilancarkan,” ujar wartawan Samarinda Pos ini.

Sementara itu, Usamah BS, relawan Unit Ambulan PWI Kaltim Peduli menambahkan, rencana perjalanan memulangkan pasien dan keluarga ke Tanah Lia selesai perawatan lebih satu bulan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda merupakan rujukan dari RSUD dr. Jusuf SK Tarakan akan dilaksanakan Rabu, 21 September mendatang.

“Penjelasan dari keluarga pasien menunggu kontrol pertama dulu di sini, habis itu boleh kembali ke kampung halaman, untuk kontrol selanjutnya di rumah sakit setempat dimana pasien domisili. Jika sudah beres semua baru kami antarkan,” jelas Usamah. (Mun/NK)

Baca juga: Ketua KPU KTT: Kebakaran kantor tak ganggu tahapan Pemilu
Baca juga: Polda Kaltara ungkap kasus tambang liar di Bulungan dan KTT
Baca juga: Nikmati keindahan hutan pinus di Tana Tidung
Baca juga: PWI kembali gelar anugerah jurnalistik Adinegoro 2022, ini syarat lomba
Baca juga: Catatan Hendry Ch Bangun - Kontroversi Tunjangan Wartawan Bersertifikat


Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2022