KPU Bulungan target partisipasi Punan Batu capai 100 persen di Pilkada

id Kpu bulungan,Punan batu benau,Sajau,Pilkada bulungan

KPU Bulungan target partisipasi Punan Batu capai 100 persen di Pilkada

Mahddi E. Paokuma sebagai Ketua KPU Kabupaten Bulungan. (Cica Andriyani/ANTARA Kaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan memastikan partisipasi masyarakat marginal yakni suku Punan Batu Benau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara terus terjaga dan meningkat.

“Pengalaman di Pemilu disini selalu ada TPS jadi warga sini juga terbiasa dan sudah punya pengalaman dalam melakukan pencoblosan setiap momentum pemilu maupun pilkada,” kata Mahddi E. Paokuma sebagai Ketua KPU Kabupaten Bulungan.

KPU Bulungan menargetkan agar partisipasi masyarakat yang tertinggal pada Pilkada mencapai 100 persen terutama pada masyarakat Suku Punan Batu Benau.

“Terkait tren kenaikan partisipan pemilih di Suku Punan Batu ini bersifat datar saja karena masyarakat sudah terbiasa jadi pasti akan hadir mencoblos dengan jumlah yang sama,” kata dia.

Partisipan masyarakat suku Punan Batu dalam menggunakan hak pilihnya dinilai cukup tinggi dan mencapai hampir 100 persen pada Pemilu 2024 lalu.

“Dan tahun ini targetnya sama yakni sebesar 100 persen untuk partisipannya,” katanya.

Sementara terkait dengan fasilitas Tempat Pemungutan Suara (TPS), warga Punan batu berharap adanya penambahan fasilitas penunjang kelancaran proses pencoblosan seperti meja dan kursi.

“Saya nanti akan minta sama pak Ketua KPU Bulungan unutuk nanti ditambahkan meja di dalam TPS yang sudah dibuat,” kata Datu Karim sebagai Pembimbing warga Suku Punan Batu.

Baca juga: Pengawasan Bawaslu Bulungan untuk Coklit ke masyarakat Punan Batu Benau
Baca juga: Polda Kaltara persiapkan pengamanan Pilkada Serentak 2024


KPU Bulungan target partisipasi Punan Batu capai 100 persen di Pilkada Petugas di lapangan. (Cica Andriyani/ANTARA Kaltara)


Suku Punan Batu juga telah diberikan informasi terkait dengan penyelenggaraan Pilkada 27 November mendatang namun masih terdapat beberapa kendala terkait dengan masyarakat Punan Batu yang tinggal di dalam hutan sehingga aksesnya jauh.

“Hanya mereka yang didalam hutan ini belum begitu mengerti apa sebenarnya ini sedangkan ini kan harusnya dikasih tau tapi mereka belum bisa hadir karena mereka itu yang didalam hutan yang terutama banyak yang sakit flu atau pilek gamau dia kalau sudah sakit gamau datang,” katanya.

KPU Bulungan juga telah menampung aspirasi tersebut dan akan menambahkan fasilitas yang dibutuhkan dengan anggaran yang telah disiapkan.