Sidang adat lembaga adat Dayak Lundayeh sebagai upaya damai

id dayak

Sidang adat lembaga adat Dayak Lundayeh sebagai upaya damai

Para Ketua lembaga suku Dayak melakukan sidang adat Dayak Lundayeh di Baloy Adat Tidung, Tarakan, Senin (4/11/2019) terkait kejadian perkelahian dua orang berbeda suku. ANTARA/Susylo Asmalyah

Tarakan (ANTARA) - Para Ketua lembaga suku Dayak melakukan sidang adat Dayak Lundayeh di Baloy Adat Tidung, Tarakan, Senin

Hal itu terkait kejadian perkelahian dua orang berbeda suku yakni SL alias LL dan GR di Kelurahan Pantai Amal RT 14 Tarakan, Rabu (24/10), yaknu enimpasan yang dilakukan SL alias LL.

Ketua Suku Dayak Lundayeh wilayah Kalimantan Utara, Marli Kamis yang memimpin sidang adat tersebut dihadiri pula diantaranya Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris, Walikota Tarakan, Khairul dan Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyahwan.

Pada sidang adat Dayak Lundayeh tersebut dilakukan pemotongan satu ekor ayam yang berbulu putih.

Menurut keterangan Marli Kamis salah satu maksud dari pemotongan ayam itu sebagai lambang perdamaian.

Sedangkan, Walikota Tarakan, Khairul mengatakan adanya ikrar saat sidang adat untuk menjaga persatuan dan kesatuan di Indonesia.

"Saya kira dengan kemajemukan ini harus saling menghargai, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung," kata Khairul.

Menurutnya keputusan sidang adat Dayak Lundayeh cukup bagus untuk upaya perdamaian di seluruh suku di Kaltara, khususnya di Tarakan.

Sementara itu, Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan bahwa kasus hukum ini sudah masuk tahap satu, tinggal tunggu dari kejaksaan dinyatakan lengkap berkasnya.

"Kondisi tersangka LL sehat ditahan di Polres dan dijamin keamanannya," kata Yudhistira.
Baca juga: Wali Kota Tarakan imbau masyarakat tak terprovokasi
Baca juga: Tokoh adat Tarakan antisipasi hoaks

Pewarta :
Editor : Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar