Puluhan ribu bonek berselawat bersama Cak Nun di GBT

id Cak nun bonek,Cak nun persebaya

Puluhan ribu bonek berselawat bersama Cak Nun di GBT

Bonek dan Cak Nun (Ant)

Surabaya (ANTARA) - Budayawan Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun mengajak puluhan ribu bonek dan bonita, sebutan suporter Persebaya, berselawat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu malam.

“Bonek adalah wajah Surabaya. Semoga Persebaya lebih baik dan berprestasi,” ujarnya dari atas panggung.

Saat berselawat, seluruh penonton di stadion juga serentak mengikutinya.

Baca juga:Cak Nun minta timnas U22 tidak minder lawan Vietnam

Pengajian digelar selama satu jam sebelum laga uji coba bertajuk “Forever Game” antara Persebaya melawan Persis Solo.

Pengajian digelar sebagai bentuk rasa syukur atas prestasi peringkat kedua yang telah dicapai Persebaya di Liga 1 tahun 2019 sekaligus permohonan doa untuk kelancarannya dalam menjalani kompetisi-kompetisi ke depan.

Cak Nun memimpin pengajian mengenakan kaos hijau Persebaya pra musim bertuliskan “Wani” dan berkopyan putih merah yang menjadi ciri khasnya.

Di atas panggung, ia didampingi Presiden Persebaya Azrul Ananda, Kapolrestabe S,urabaya Kombes Pol Sandi Nugroho serta Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Sudaryanto.

Baca juga:Kepala BKKBN sosialisasi kesehatan reproduksi bareng pengajian Cak Nun

Selain pengajian, sekitar 50 ribu suporter yang memenuhi stadion juga diajak bernyanyi beberapa lagu, seperti “Sayang”, “Ruang Rindu” dan campur sari-an.

Pada kesempatan tersebut, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mendoakan Persebaya pada Liga 1 musim kompetisi 2020 mampu menjadi juara.

“Tahun 2019 telah dilalui dengan baik dan Persebaya sukses sebagairunnerup. Tahun depan saya yakin juara,” katanya dan diamini oleh seluruh suporter di stadion.

Di akhir pengajian, Cak Nun beserta Kapolrestabes dan Danrem menyanyikan “Song For Pride” yang merupakan salah satuanthemPersebaya.

Baca juga:Ruben Sanadi pamit dari Persebaya melalui instagram
Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Hendra Agusta

Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar