Foto-foto keganasan angin puting beliung kemarin di Bulungan

id Angin puting beliung

Foto-foto keganasan angin puting beliung kemarin di Bulungan

Keganasan bencana alam angin puting beliung kemarin (28/11/2020) bisa terlihat dari foto-foto berikut. Beberapa pohon tumbang di belakang dan samping rumah Yanto. (ANTARA/iskandar Zulkarnaen)

Tanjung Selor (ANTARA) - Keganasan bencana alam angin puting beliung kemarin (28/11/2020) bisa terlihat dari foto-foto berikut.

Satu rumah permanen warga di Lebong, Kecamatan Tanjung Palas Hilir, Kabupaten Bulungan, Kaltara, porak poranda terkena angin puting beliung, sekitar 13.00 Wita sebelum terjadi hujan lebat.
Atap rumah melayang hingga ke seberang sungai. (ANTARA/iskandar Zulkarnaen)


Pemilik rumah, Yanto yang ditemui di lokasi mengaku saat kejadian ia tidak di rumah.

Saat kejadian ia di luar, di rumah. Beruntung istri dan anak selamat dalam musibah itu dan hanya mengalami luka ringan.

Angin puting beliung selain menerbangkan atap rumah jaraknya ratusan meter itu juga menumbangkan beberapa pohon besar, bahkan pisang di belakang rumah.

Pohon pisang patah (ANTARA/iskandar Zulkarnaen)



Pertanyaannya, mengapa angin puting beliung terjadi, kapan terjadinya, apa ciri-cirinya dan bagaimana menghindarinya ? Berikut dikutip dari:
https://ilmugeografi.com/

Perlu diingat jika tidak semua awan kumulonimbus selalu menjadi penyebab munculnya cuaca ekstrim khususnya angin puting beliung.

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan timbulnya angin puting beliung, salah satunya yaitu kondisi labilitasatmosferyang melebihi ambang batas. Jika sudah begitu dapat dikatakan bahwa udara sedang dalam keadaan tidak stabil.

Ditambah angin puting beliung terjadi saat periode transisi peralihan musim (pancaroba) sekitar bulan Maret – Mei atau bulan September – November.

Atap beranda roboh (ANTARA/iskandar Zulkarnaen)



Secara umum terdapat beberapa indikasi yang dapat digunakan untuk mengenali potensi cuaca ekstrim seperti hujan lebat disertai petir dan angin yang kencang, angin puting beliung atau hujan es yang terjadi pada suatu daerah.

Cuaca ekstrim tersebut sering terjadi di musim pancaroba atau musim peralihan. Indikasi tersebut antara lain:

Satu hari sebelum kejadian terjadi, udara di malam hari sampai pagi hari terasa sangat panas dan gerah.

Saat pagi hari udara mulai panas dengan sinar matahari yang cukup terik dan gerah. Hal ini disebabkan adanya radiasi matahari yang sangat kuat dan bisa ditunjukan dari nilai perbedaan suhu udara pada pukul 7 hingga 10 pagi, lebih dari 4 derajat celcius. Perbedaan suhu ini juga disertaikelembaban udarayang sangat tinggi yaitu sekitar 700 mb atau 60 persen.
Dinding dapur hancur (ANTARA/iskandar Zulkarnaen)




Secara umum awan kumulus yang berwarna putih berlapis mulai tumbuh sekitar pukul 10 pagi. Bahkan di antara awan kumulus terdapat satu jenis awan yang memiliki batas tepi yang sangat jelas yaitu berwarna abu – abu seperti bunga kol yang menjulang tinggi.

Seiring berjalannya waktu, awan tersebut berubah dengan cepat menjadi warna abu – abu bahkan hitam atau lebih dikenal dengan nama awan kumulonimbus (Cb).

Benda – benda di sekitar terutama pepohonan akan bergoyang dengan cepat akibat adanya hembusan angin.

Tidak hanya itu saja, jika kita berada di luar ruangan udara di sekitar akan terasa dingin.

Saat hujan pertama kali turun secara tiba – tiba dan biasanya berintensitas lebat. Namun apabila hanya hujan gerimis saja maka peristiwa angin kencang pun tidak akan terjadi di lingkungan kita berada.

Jika dalam jangka waktu 1 – 3 hari secara berturut – turut tidak terjadi hujan di masa transisi atau musim pancaroba darimusim kemarauke musim penghujan, ada kemungkinan terjadi indikasi potensi hujan lebat saat pertama kali turun yang diikuti oleh angin kencang, baik yang masuk ke dalam kategori angin puting beliung ataupun tidak.

Baca juga: Puting beliung hancurkan satu rumah warga Bulungan


Selain indikasi di atas, kita juga perlu mengetahui sifat – sifat dari angin puting beliung. Sifat dari angin puting beliung yaitu:

Terjadi di wilayah lokal saja. Dengan luas areal sekitar 5 sampai dengan 10 km persegi.

Berlangsung cukup singkat, sekitar kurang dari 10 menit.

Angin puting beliung terjadi saat musim pancaroba atau musim peralihan.

Terjadi pada siang hari atau bahkan sore hari, terkadang bisa terjadi menjelang malam hari atau petang.

Pergerakan angin puting beliung secara garis lurus.

Angin puting beliung sangat sulit untuk diprediksi secara spesifik dalam hal waktu maupun lokasi kejadian. Prediksi dapat dilakukan sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum kejadian, dan prediksi tersebut dilakukan setelah melihat dan merasakan tanda – tanda terlebih dahulu.

Angin puting beliung hanya berasal dari awan kumulonimbus (Cb), bukan berasal dari pergerakan angin monsson ataupun pergerakan angin pada umumnya. Namun tidak semua awan Cb menjadi menimbulkan puting beliung.

Sangat kecil terjadi di tempat yang sama, dapat dikatakan tidak akan terjadi kembali di tempat yang pernah mengalami angin puting beliung sebelumnya.

Tidak mudah diprediksi keberadaannya, sebab angin puting beliung terjadi di wilayah tertentu dan lokal. Hal ini disebabkan radius pergerakan angin puting beliung sangat keci atau sekitar 5 km sehingga jika dilihat dari satelit tidak akan terlihat.

Dampak Angin Puting Beliung
Kita tahu jika angin puting beliung yang terjadi di Indonesia menimbulkan banyak kerugian baik materi hingga korban jiwa. Namun hal tersebut dapat kita antisipasi agar mengurangi dampak kerugian yang disebabkan oleh angin puting beliung. Langkah antisipasi tersebut antara lain:

Jika terdapat pohon yang rimbun, ada baiknya potong ranting pohon agar mengurangi beban pohon tersebut saat terkena angin.

Jika atap rumah terlalu rapuh, sebaiknya diperkuat. Sebab atap yang rapuh sangat mudah terlepas ketika terkena angin puting beliung. Sementara atap rumah yang kokoh, kecil kemungkinan mengalami hempasan.

Ketika berada di luar ruang dan melihat awan yang tiba – tiba gelap padahal sebelumnya cuaca cerah, sebaiknya hindari daerah dengan awan gelap tersebut.
Pohon tumbang (ANTARA/iskandar Zulkarnaen)


Segera berlindung di dalam bangunan kokoh, tidak berdiri di dekat pohon yang berpotensi tumbang dan jauhi tempat kejadian sebab angin puting beliung terjadi sangat cepat.

Itulah tadi penjelasan mengenai penyebab angin puting beling serta cara mengetahui sifat dari angin puting beliung itu sendiri. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.

Baca juga: Angin kencang menumbangkan pepohonan di Tanjung Selor

Baca juga: 300 rumah rusak akibat angin puting beliung di Pontianak
Baca juga: Angin puting beliung terjang Sebatik



Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar