Kaltara gandeng Universitas Borneo susun peta investasi

id Investasi

Kaltara gandeng Universitas Borneo susun peta investasi

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kaltara, Faisal Syabaruddin (kanan). Dokumen Diskominfo Pemprov Kaltara.

Tanjung Selor (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Utara siap menyusun peta investasi Kaltara dengan menggandeng Universitas Borneo (UB) Tarakan.

"Kita akan menyusun peta investasi Kaltara dengan menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kaltara, Faisal Syabaruddin di Tanjung Selor, Rabu.

Rencananya, kerja sama itu dimulai pada triwulan II tahun ini.

Penyusunan peta investasi provinsi Kaltara untuk mempermudah penyelenggaran kegiatan investasi di daerah.

“Sejauh ini Kaltara belum memiliki peta investasi (regional investment roadmap) seperti daerah lain yang sudah maju," kata Faisal.

DPMPTSP berupaya lebih cepat untuk menyusun "roadmap" investasi di Kaltara, agar nanti tahu ke mana arah kebijakan investasi ke depan sesuai potensi unggulan yang ada di kabupaten dan kota.

Sebelumnya sudah menyusun Rencana Umum Penanaman Modal Provinsi (RUPMP) Kalimantan Utara pada tahun 2018, dan telah disusun Peraturan Gubernur Nomor 11 tahun 2019 tentang RUPMP Kalimantan Utara.

Tak hanya itu, DPMPTSP Kaltara juga telah aktif menyusun studi kelayakan potensi unggulan daerah di kabupaten kota setiap tahunnya yang dilakukan bersama LPPM UB Tarakan.

"Alhamdulillah tahun ini sesuai rencana dan target kegiatan akan disusun peta investasi Kaltara. Diharapkan ini akan menjadi acuan kegiatan penanaman modal di Kaltara," kata Faisal.

Menurutnya, penyusunan peta investasi ini sebelumnya telah mendapat persetujuan dan arahan dari Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, dan Wakil Gubernur Yansen TP.


Baca juga: PT. Japfa Comfeed Indonesia tertarik investasi di Kaltara

Baca juga: Bahlil ungkap awal mula usul buka investasi miras di empat provinsi
Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar