Jakarta (ANTARA) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi terbitnya buku berjudul "The Broken String" yang ditulis oleh aktris Aurelie Moeremanskarena telah mengedukasi masyarakat mengenai bahaya child grooming.
"Kami berterima kasih sekali adanya buku itu sehingga membuka pengetahuan masyarakat luas terkait apa itu child grooming dan ternyata child grooming juga ada di sekitar kita," kata Anggota KPAI Dian Sasmita dalam acara Laporan Akhir Tahun (LAT) 2025 di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kejahatan child grooming memiliki kekhasan, yakni adanya upaya manipulatif pelaku terhadap korban dengan tujuan untuk memanfaatkan korban atau menikmati sesuatu dari korban.
"Jadi manipulasi ini di dalam konsep perlindungan anak sudah termasuk pada aspek kekerasan, manipulasi, bujuk rayu, kemudian memberikan iming-iming termasuk kekerasan juga," kata Dian Sasmita.
Berdasarkan data KPAI, jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak terus meningkat dari tahun ke tahun.
Tahun 2024 terdapat 11 ribu anak korban kekerasan seksual. Sementara pada 2025, meningkat menjadi 12 ribu anak korban kekerasan seksual.
"Pelaku kekerasan seksual seringkali adalah orang-orang yang terdekat dari anak, entah teman, orang tua, ataupun tenaga pendidik, atau tokoh masyarakat," kata Dian Sasmita.
Perhatian publik terhadap isu child grooming menguat seiring terbitnya buku berjudul "The Broken String" yang ditulis oleh aktris Aurelie Moeremans dan memuat pengalaman hidupnya terkait kekerasan seksual.
Buku memoar tersebut diterbitkan secara gratis dan resmi dirilis pada 12 Oktober 2025. Meski begitu, buku ini baru viral di awal 2026 karena isinya yang menyentuh dan diangkat dari kisah nyata yang dialami Aurelie sendiri.
Memoar ini juga meluruskan berbagai rumor lama tentang dirinya, termasuk isu pernikahan yang tidak sah, sekaligus mematahkan stigma negatif terhadap korban kekerasan.
Namun "Broken Strings" bukan hanya kisah tentang luka dan trauma. Buku ini juga menjadi kisah tentang proses penyembuhan diri Aurelie Moeremans yang panjang dan penuh perjuangan.
Baca juga: Pemprov Kaltara Dukung Prognas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Baca juga: Gibran Harap Anak-Anak Muda Terbaik Turut Bangun dan Kembangkan IKN
