KASAD Buka Latsitarda XXXVII di Kaltara--Gubernur Berharap Kaltara akan Dikenang Oleh Para Taruna

id ,

KASAD Buka Latsitarda XXXVII di Kaltara--Gubernur Berharap Kaltara akan Dikenang Oleh Para Taruna

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama KASAD Jenderal TNI Mulyono sebelum membuka Latsitarda di Tarakan kemarin. (dok humas)

Tarakan (Antara NewsKaltara) – Pembukaan Latihan Siswa Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantarake-XXXVII 2017 yang dilangsungkan di Stadion Datu Adil, Tarakan, Kamis (20/04)kemarin berlangsung meriah. Diawali dengan upacara yang dipimpin oleh KepalaStaf TNI Angkatan Darat (KASAD) JenderalTNI Mulyono, selaku inspektur upacaramewakili Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, acara dilanjutkan dengansuguhan hiburan berupa tarian massal dari para pelajar Tarakan, terjun payung,serta parade marchingband gabungan dari para taruna dan praja pesertaLatsitarda.

Tak hanya itu, pembukaan juga ditandaidengan parade para peserta menyusuri jalan-jalan di Kota Tarakan. Tampak hadirmengikuti jalannya upacara, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie besertaistri, bersama Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan, serta paragubernur/rektor akademi, Pangdam VI/Mulawarman, Kapolda Kaltim dan sejumlahperwira tinggi baik dari TNI dan Polri.

Gubernur menyampaikan, atas namapemerintah provinsi Kalimantan Utara dan seluruh masyarakat berterima kasihkepada utamanya Panglima TNI, karena telah menunjuk provinsi termuda diIndonesia ini sebagai tempat Latsitarda ke-XXXVII Tahun 2017.

Dikatakan, ada beberapa provinsi yangsangat berharap bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan Latsitarda. Seperti Bali,Sulawesi Barat, dan beberapa lainnya. “Alhamdulillah, Panglima TNI memilihKaltara sebagai tempat Latsitarda tahun ini. Pertimbangannya, Kaltara merupakanprovinsi yang termuda dan berada di wilayah perbatasan,” ujar Irianto di selamengikuti jalannya upacara.

Irianto mengungkapkan, Kaltara sebagaiprovinsi termuda dan berada di perbatasan sangat butuh perhatian, dan kebijakannasional secara khusus. Hal ini pundisampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada saat rapat terbatasbeberapa waktu lalu. Presiden, kata gubernur, menyampaikan, bahwa Kaltara harusdibantu oleh seluruh jajarannya, untuk mengejar ketertinggalan dengan daerahlain.

Melalui Latsitarda ini, lanjut gubernur,Kaltara bukan hanya akan dikenal secara nasional. Lebih dari itu, ke depanKaltara juga bakal dikenang olah para taruna/taruni dan praja peserta Latsitarda. “Setelah selesaipendidikan nanti, para taruna/taruni dan praja ini akan bertugas di berbagaidaerah di seluruh Indonesia. Mereka akan mengenang Kaltara, karena pasti akanbanyak suka duka selama mengikuti Latsitarda. Bahkan mungkin hingga puluhantahun nanti,” ujarnya.

Melalui Latsitarda ini juga, lanjutgubernur, akan memotifasi putra-putri dari Kalimantan Utara untuk bisamengikuti jejak mereka menjadi taruna/taruni TNI maupun Polri serta praja IPDN(Institut Pemerintahan Dalam Negeri). “Bahkan mungkin juga nanti ada tarunaatau taruni yang ketemu jodohnya di Kaltara,” imbuh Irianto.

Sementara itu, dalam amanatnya PanglimaTNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan oleh KASAD memberikan apresiasi kepadaGubernur dan masyarakat Provinsi Kaltara, yang telah berkenan menjadi tempatpelaksaan Latsitarda Nusantara ke-37 ini.

"Latsitardanus menjadi wahanaintegrasi para generasi muda calon pemimpin bangsa yang juga diharapkan mampumenjalin kebersamaan dan wujud sosial para peserta dengan masyarakat, melaluibakti nyata membangun fisik dan nonfisik. Secara fisik, para taruna danmahasiswa akan membangun sarana yang dibutuhkan warga. Di bidang nonfisik,mereka akan menyadarkan masyarakat terhadap kesadaran bela negara, kesadaranbernegara, dan kesadaran hukum," kata Gatot dalam sambutannya.

Gatot menambahkan, persembahan karyabakti tersebut menjadi bukti kuatnya komitmen generasi muda, baik TarunaAkademi TNI, Praja IPDN, maupun mahasiswa untuk senantiasa bersama dan berbagiserta peduli dengan sesama anak bangsa, khususnya untuk masyarakat KalimantanUtara, disamping untuk meningkatkan kecintaaan kepada tanah air.

Latsitarda akan dilaksanakan selama kurang lebihsatu bulan. Sebanyak sekira 1200 peserta, yang terdiri dari taruna TNI AD, TNIAU, TNI AL, praja IPDN dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi akandisebar ke desa-desa di 4 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Utara.