Kelapa Pandan Wangi Sebatik Ditetapkan Sebagai Varietas Lokal Kaltara

id Penetapan, Varietas, Lokal, Kaltara, Sebatik

KELAPA PANDAN WANGI: Tanda Daftar Varietas Tanaman dari Kementerian Pertanian RI untuk Kelapa Genjah (humasprovkaltara)

Tanjung Selor (Antaranews Kaltara) – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menetapkan Kelapa Pandan Wangi yang banyak tumbuh dan berkembang di Sebatik, Nunukan, menjadi salah satu varietas lokal asal Kaltara. Tak hanya di Sebatik, jenis tanaman kelapa genjah ini juga sedang dikembangkan di sejumlah daerah maupun negara asia tenggara.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Andi Santiaji Pananrangi mengatakan, sebelum resmi terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (P2VTP2) Kementerian Pertanian dengan nomor varietas lokal 250/PV/2018, melalui tim dari P2CTP2 sudah melakukan survey, pengambilan sampel hingga penelitian buah kelapa tersebut. Bahkan tim, yang dipimpin langsung oleh Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan, telah turun langsung ke Sebatik.

“Ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman ke Pulau Sebatik pada 23 Oktober tahun lalu. Alhamdulillah, setelah kita usulkan pada 13 Desember 2017 lalu, Kelapa Pandan Wangi menjadi milik masyarakat dan mendapatkan tanda daftar varietas tanaman yang terdaftar di P2VTP2 dan tercatat sebagai tanaman khas dari Kaltara,” ujar Santiaji.

Santiaji menceritakan, setelah kunjungan Menteri Pertanian beberapa waktu lalu, tim survei dari pusat melakukan identifikasi dan pengambilan sampel buah kelapa yang akan dikembangkan menjadi produk unggulan. Pada waktu itu, lanjut Santiaji, semua pohon kelapa pandan wangi dicek, mulai dari aroma, kadar gula hingga lingkungan sekitar pohonnya. “Lingkungan sekitar pohon kelapa pun akan dicek, tak boleh bercampur dengan tanaman lain,” jelasnya.

Berdasarkan informasi terakhir, ada sekitar 90 pohon Kelapa Pandan Wangi yang menjadi pohon induk. Pemprov Kaltara melalui DPKP, akan memulai mengembangkannya menjadi bibit dari 300 titik di Pulau Sebatik yang ditumbuhi kelapa jenis Pandan Wangi.

“Selain Kelapa Pandan Wangi, tahun ini juga akan kembali kita usulkan verietas tanaman lokal yang ada di Kaltara, yakni Tanaman Kopi dari Krayan, Nunukan,” jelasnya.

Dikatakan, Kelapa Pandan Wangi merupakan salah satu kelapa eksotik dengan karakter spesifik. Aroma wangi pandan pada sabut, air dan daging buahnya serta cita rasa pandan dan manis pada air dan daging buahnya. Kelapa pandan ini ternyata banyak ditanam masyarakat secara pribadi.

Setelah mendapatkan kelapa yang ingin dijadikan bibit, lanjutnya, akan dikembangkan pada proses pembibitan oleh tim yang ditunjukkan Kementan. Nanti, setelah proses pembibitan berhasil lalu disebarkan kembali ke petani di Pulau Sebatik dan Nunukan. Proses penelitian kelapa pandan ini masih panjang. Sebab, tim yang bekerja di lapangan ingin memastikan apakah benar kelapa pandan ini tumbuh asli di Nunukan. Sebab, di beberapa daerah itu telah memiliki kelapa jenis yang sama. “Tapi, pasti ada perbedaan karakteristik wilayah tumbuhnya. Utamanya soal tanah, cuaca dan lainnya yang pastinya dapat berpengaruh terhadap kelapa tersebut,” ungkapnya.

Sebagai informasi tambahan, kelapa pandan wangi memiliki nama latin Cocos Nucifera Pandanus Amaryllifolius. Kelapa pandan wangi ini awalnya dikembangkan di Negara Thailand pada tahun 1971. Di Negara asalnya, kelapa ini diberi julukan sebagai kelapa Makprow Nam Horm dan di manca negara dikenali dengan sebutan ‘aromatic dwarf’. Ia merupakan salah satu varietas kelapa genjah yang cukup layak dibudidayakan dalam skala industri.

Tanaman kelapa pandan wangi sendiri mulai masuk ke tanah air pada tahun 2001, sejak kedatangannya, pohon kelapa bersosok mungil memang makin banyak diburu dan dibudidayakan. Penanam kelapa pandan wangi ini bervariasi, mulai dari kolektor yang hanya ingin sebagai koleksi hingga para petani yang yang menanam dalam jumlah banyak untuk dibudidayakan.

Infografis:

Tanda Daftar Varietas Tanaman dari Kementerian Pertanian RI dengan Nomor 520/PVL/2018.

- Tanggal Penerimaan Pendaftaran : 13 Desember 2017.

- Jenis Tanaman : Kelapa Genjah

- Nama Varietas : Pandan Sebatik, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara

Sekilas tentang Kelapa Pandan

- Nama : Kelapa Pandan Wangi

- Nama Ilmiah :Cocos Nucifera Pandanus Amaryllifolius

- Asal Daerah : Negara Thailand

- Asal Bibit : Hasil Biji

- Tinggi Bibit : 30 cm – 50 cm

- Rekomendasi Dataran : Dataran Rendah – Menengah

- Penyinaran : Sinar matahari penuh

- Berbuah : Umur 2-3 tahun

- Berat bibit setelah di packing : 2Kg

- Ciri morfologi : Tanaman buah Kelapa Pandan Wangi merupakan salah satu varietas kelapa genjah yang layak untuk dibudidayakan dalam skala industri. Tanaman kelapa pandan wangi sendiri memiliki postur tubuh yang relatif pendek. Tinggi maksimal pohonnya rata-rata hanya mencapai 1.5 meter hingga 6 meter saja.

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar