Polri-PDRM patroli bersama patok perbatasan mengimplementasikan program "Pos Jabat" Kapolres Nunukan

id POLRI-PDRM, patroli patok polres nunukan, polsek Sebatik Barat, PDRM bergosong

Polsek Sebatik Barat Polres Nunukan dan Balai Polis Bergosong Polis Di Raja Malaysia patroli patok perbatasan bersama sebagai program Kapolres Nunukan yakni "Pos Jabat" atau Polisi Penjaga Perbatasan, Sabtu (12/1)

Nunukan (Antaranews-Kaltara) - Kepolisian Resor Nunukan Kalimantan Utara bersama Polis Di Raja Malaysia (PDRM) melakukan patroli patok perbatasan RI-Malaysia di Pulau Sebatik dalam rangka implementasi program "Pos Jabat".
Program "Pos Jabat" atau Polisi Penjaga Perbatasan adalah program Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro berupa patroli patok perbatasan negara.
Polres Nunukan diwakili Polsek Sebatik Barat dipimpin Kapolsek, AKP Oman Purnama bersama 13 personil dan PDRM diwakili Balai Polis Bergotong dipimpin Inspektur Amir bersama 10 personil lainnya.
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu Muhammad Karyadi di Nunukan, Sabtu menjelaskan, patroli patok perbatasan aparat kepolisian kedua negara bertetangga sangat penting.
Sebagai upaya mencegah perlintasan TKI ilegal, penyelundupan narkotika dan perlintasan ilegal bagi pelaku tindak pidana.
Patroli kedua aparat kepolisian kedua negara ini dengan menggelar pertemuan diantara patok perbatasan 7 dan 8 di Desa Sei Limau Kecamatan Sebatik Tengah perbatasan dengan Bergotong Negeri Sabah Malaysia

Patroli dengan membawa bendera negara masing-masing dimulai pukul 11.15 wita dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor dan kendaraan roda empat.
Karyadi menambahkan, tiba di patok perbatasan nomor 4 Kampung Rambutan RT 07 Desa Ajikuning Kecamatan Sebatik Tengah sekira pukul 12.15 wita.
Ia mengungkapkan, patroli aparat kepolisian kedua negara ini selain mencegah tindak pidana juga menjalin silaturahmi dan tukar informasi terkait potensi kerawanan dan gangguan kamtibmas antar kedua negara.
Kegiatan patroli bersama rencananya akan digelar rutin dengan menyesuaikan waktu keduanya.
Setelah itu, dilanjutkan dengan makan siang bersama sekaligus tukar informasi terkait permasalahan yang terjadi di perbatasan saat ini khususnya kasus transnasional.



Pewarta :
Editor: Rusman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar