Kunjungi SKPT Sebatik, Kualitas Layanan jadi Perhatian

id Sentra, Kelautan,Perikanan, Terpadu

KUNKER GUBERNUR : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie meninjau sarpras pelayanan publik di Pulau Sebatik, Selasa (15/1). (humasprovkaltara)

Sebatik (Antaranews Kaltara) – Dalam rangkaian kunjungan kerja di Sebatik, Nunukan, GubernurKalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie beserta rombongan melanjutkan tinjauan dengan melihat sejumlah sarana dan prasarana (Sarpras) pelayanan publik yang dibangun dengan APBD atau APBN, Selasa (15/1). Salah satunya, meninjau aktivitas di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara.

Di lokasi ini, selain melihat langsung pusat pelayanan terpadu dari instansi seperti Syahbandar, Bea Cukai, Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan, Badan Karantina Ikan dan Pengawas Mutu, serta Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Gubernur juga meninjau rumah produksi es balok Toko Nelayan "Lima Putra" dan servis yang ada disana. Semuanya dikelola Koperasi Nelayan "Sebatik Mandiri Jaya".

“Yang menjadi perhatian saya, sekaligus imbauan adalah kedisiplinan pekerja juga pentingnya pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada. Serta harus adanya kontinuitas dan peningkatan kualitas pelayanan,” kata Irianto di sela kunjungan.

Gubernur menilai, secara umum kondisi fisik Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang ada di SKPT Sebatik masih baik, karena relatif merupakan gedung baru. “SKPT ini harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi para nelayan di Kaltara, khususnya yang berada di Kabupaten Nunukan. Keberadaannya jangan disia-siakan, harus disosialisasikan kepada warga. Apalagi posisinya yang berada di perbatasan, menjadi sebuah keuntungan tersendiri,” urainya.

Usai meninjau SKPT Sebatik, Gubernur dan rombongan meninjau lokasi pembangunan drainase lingkungan Pulau Sebatik di Jalan Haji Badannu, Kecamatan Sebatik Timur. Sedianya, ada 4 lingkup kegiatan pada proyek ini, yakni kawasan Jl H Badannu, Jl Bakti Husada, Jl. Gang H Nori, dan Jl Gang H Bahri. Waktu pelaksanaan kegiatan 210 hari kalender dengan total anggaran Rp 3,55 miliar. “Semuanya sudah terealisasi 100 persen. Pengerjaannya dilakukan oleh Kemenpupera melalui Satker terkait pada 2018,” tutup Gubernur.

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar