Ratusan peserta lomba mancing memadati Tepian Kayan

id Lomba mancing

Ratusan peserta lomba mancing memadati Tepian Kayan

Ratusan peserta lomba mancing memadati Tepian Kayan

Tanjung Selor (ANTARA) - Ratusan peserta lomba mancing memadati tepian Sungai Kayan, Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.

"Alhamdulilah jumlah peserta cukup banyak dan lebih semarak ketimbang acara pekan lalu," kata Ketua Panitia Pelaksana Lomba Mancing dari Komunitas Guris2 Jaya Suprana di Tanjung Palas, Minggu.

Ratusan peserta lomba mancing memadati Tepian Kayan


Salah satu tujuan adalah mempererat tali silaturahim antara sesama warga yang hobi mancing di Bulungan.

"Insya Allah, dua pekan nanti kita gelar, mudahan lebih meriah," katanya.
Para pemenang dan panitia

Selain untuk meningkatkan keperdulian untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kebersihan Sungai Kayan, yakni sungai terbesar dan terpanjang di Kaltara.

Edy Sunyoto, juara 1 lomba mancing mengaku sangat senang karena ia baru sekali ikut dan baru dua bulan di Bulungan.
Piala

Pria kelahiran Magetan dan terakhir tinggal di Malang itu mengaku pensiunan seorang guru.

Setelah pensiun ia mengikuti anaknya yang juga seorang guru mengajar di salah satu sekolah di Bulungan.
Juara 3 dan Panpel



Selain hobi mancing, Edy mengaku terus mengembangkan bakat seninya sebagai seorang dalang di Kaltara.
Juara 2 dan Datu Mochtar, tokoh masyarakat


Salah seorang perserta lomba mancing, Eko mengaku senang ikut lomba meski belum dapat juara.
Juara 1


Kegiatan itu katanya cukup menyenangkan untuk mengisi hari libur.

Dia berharap acara rutin diselenggaran karena bermanfaat bagi hiburan masyarakat serta mempererat silaturahim warga Bulungan.

Baca juga: Lomba mancing di Sungai Kayan

Baca juga: Kondisi Sungai Selor masih memprihatinkan

Baca juga: Kabut asap di langit Sungai Kayan Kaltara

Ikan patin hampir 10 Kg, sayang tidak bisa ikut lomba karena tidak memenuhi syarat panitia, yakni ditangkap bukan dengan pancing konvensional namun rawai/pancing dengan mata kail banyak.
Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar