Pemkab Nunukan dorong masyarakat perbatasan konsumsi produk dalam negeri

id produk lokal, produk luar negeri, masyarakat perbatasan,Pemkab Nunukan

Pemkab Nunukan dorong masyarakat perbatasan konsumsi produk dalam negeri

Kabid Pengembangan dan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Syamsul Daris

Nunukan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kaltara terus mendorong masyarakat yang bermukim di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia agar mulai melirik produk dalam negeri untuk dikonsumsi setiap hari.

Walaupun diakui, masyarakat di wilayah perbatasan ini telah mengonsumsi produk asal Malaysia sejak puluhan tahun lalu akibat tidak adanya atau kurangnya pasokan dari dalam negeri, ungkap Kepala Bidang Pengembangan dan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Syamsul Daris di Nunukan, Selasa.

Ia mengemukakan setelah produk dalam negeri mulai lancar pasokannya ke daerah itu maka kebutuhan pokok dari negeri jiran Malaysia secara bertahap mulai menurun. Produk Malaysia yang paling banyak di pasok ke Kabupaten Nunukan sampai sekarang adalah gula pasir, tepung terigu, daging dan ikan.

Syamsul Daris mengatakan hal itu harus dimaklumi karena kurangnya pasokan produk dalam negeri selama ini karena terkendala sarana transportasi. Namun setelah pasokan mulai lancar dan stabil maka dia mendorong agar masyarakat mulai mengubah pola hidupnya dengan mengutamakan mengonsumsi produk dalam negeri.

"Kita selalu mendorong masyarakat di Kabupaten Nunukan agar lebih mengutamakan mengonsumsi produk dalam negeri karena pasokannya mulai lancar," harap dia. Produk dalam negeri di Kabupaten Nunukan sebagian besar didatangkan dari Sulawesi Selatan yang datang dua kali sepekan," ujar dia.

Syamsul Daris juga menyatakan harga produk luar negeri dengan dalam negeri hampir sama. "Paling perbedaan harganya hanya Rp1.000 per kilogram kemudian masalah kualitas pun tidak jauh beda," ungkap dia.

Meskipun diakuinya, masyarakat perbatasan sudah biasa mengonsumsi produk luar negeri sejak lahir namun kebiasaan tersebut dapat diubah seiring dengan semakin banyaknya produk dalam negeri di pasaran.

Pewarta :
Editor : Rusman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar