Jadi Keynote Speaker, Gubernur Paparkan Kondisi Telekomunikasi di Kaltara

Jadi Keynote Speaker, Gubernur Paparkan Kondisi Telekomunikasi di Kaltara
Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie usai menjadi keynote speaker dalam acara Focus Group Discussion (FGD) (dok humas)

Tarakan (Antara News Kaltara) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menjadi keynote speaker dalam acara Focus Group Discussion (FGD), dengan tema mengenai telekomunikasi di wilayah perbatasan yang diadakan oleh Harian Kompas dan Telkomsel di Swiss Belhotel Tarakan, Kamis (10/08).

"Saya sampaikan terima kasih kepada Harian Kompas dan Telkomsel yang telah mengadakan acara ini di Tarakan, Kalimantan Utara. Selain untuk lebih mengenalkan Kaltara sebagai provinsi baru, melalui kegiatan ini juga bisa menberikan dampak positif kepada masyarakat di Kalimantan Utara," ujar gubernur mengawali pidatonya.

Dulu, kata Irianto, jika berbicara soal perbatasan, tidak bisa dipungkiri, perhatian pemerintah pusat ke wilayah perbatasan masih kurang. Pemerintah lebih banyak membuat kebijakan, tapi implementasinya kurang. Bahkan tidak ada. "Padahal yang dibutuhkan di perbatasan adalah pembangunan yang nyata," tandasnya.

Namun kondisi sekarang sudah berbeda, disebutkan, perhatian pemerintah ke perbatasan semakin terlihat. Apalagi, pembangunan perbatasan masuk dalam nawacita Presiden Jokowi. Yaitu membangun Indonesia dari pinggiran.

"Dari sisi telekomunikasi juga sudah ada kemajuan. Pemerintah melalui kementerian terkait, bersama Pemerintah Provinsi Kaltara sudah membangun BTS (Base Tranceiver Station) di hampir semua daerah di perbatasan. "Meski masih sebatas SMS dan telepon, sekarang masyarakat di Long Nawang, Lumbis Ogong dan di daerah perbatasan lainnya sudah bisa berkomunikasi dengan kerabat maupun orang lain di luar daerah," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, gubernur juga memperkenalkan Kaltara. Sebagai provinsi baru yang berada di perbatasan, Kaltara memiliki berbagai permasalahan yang begitu kompleks. Selain harus memacu pembangunan untuk mengejar ketertinggalan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, Kaltara juga memiliki banyak persoalan lain. Di antaranya, soal banyaknya jalur tikus yang menjadi jalan untuk menyelundupkan barang-barang ilegal. Termasuk narkoba dan minuman keras (Miras). "Persoalan lain, adalah pemenuhan sarana infrasuktur, utamanya di wilayah perbatasan," tandasnya.

Berkaitan dengan perkembangan teknologi informatika dan telekomunikasi, disampaikan juga oleh gubernur, bahwa kemajuan teknologi harusnya lebih dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, hal yang produktif. Bukan sebaliknya, digunakan untuk hal negatif. Seperti menyebar kebencian, mencaci maki, membuat berita-berita yang bohong.

"Melalui diskusi ini juga, saya harap mudah-mudahan bisa sekaligus membuka wawasan dan memberikan pemahaman bagaimana memanfaatkan teknologi informasi dan telekomunikasi yang benar. Apalagi di sini ada hadir dari kementerian Komunikasi dan Informasi, dan pihak terkait lainnya," imbuh Irianto.

Ditambahkan juga, sejak 3 tahun terakhir Kaltara telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Salah satunya dibuktikan pertumbuhan ekonomi Kaltara yang tinggi. Bahkan berada di urutan kedua di Kaltara, dalam pertumbuhan ekonomi.

Editor:Firsta Susan Ferdiany

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Back to top
Twitter
Facebook
Google Plus
RSS