TNI waspadai radikalisme

id waspadai radikalisme

pengawal perbatasan

Nunukan (Antaranews Kaltara) - Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia rawan menjadi jalur keluar masuknya kelompok radikalisme dari dan ke Filipina.

"Kami meningkatkan kewaspadaan adanya terorisme dari negara tetangga Filipina yang bisa saja masuk ke Indonesia melalui Nunukan," kata Komandan Kodim 0911 Nunukan Letkol CZi Abdillah Arif di Nunukan, Sabtu.

Ia menyataka pihaknya senantiasa siap siaga dalam setiap saat guna memantau wilayah perbatasan dari pemanfaatan kelompok radikal.

Kerawanan tersebut karena banyaknya jalur ilegal yang dapat dimanfaatkan kelompok tertentu sebagai jalur keluar masuk karena dianggap tidak terpantau.

Ia tidak menampik jika Kabupaten Nunukan yang berada di tapal batas dijadikan jalur bagi kelompok radikalisme menuju Filipina melalui Malaysia.

Kodim 0911 Nunukan terus menjalin komunikasi dengan aparat kepolisian RI dan Malaysia terkait masalah terorisme atau radilkalisme tersebut.

Abdillah mengatakan terus memantau kondisi di wilayah kerjanya sebagai antisipasi dijadikan celah bagi jaringan kelompok terorisme menyeberang ke Malaysia tujuan Filipina melalui jalur laut masuk ke Kabupaten Nunukan.

Tidak tertutup kemungkinan, pasca kekalahan kelompok ISIS di Pulau Marawi Filipina kelompoknya melarikan diri masuk Indonesia melalui Kabupaten Nunukan. Oleh karena itu, penjagaan dan pengawasan jalur perbatasan terus dipantau dan diawasi dengan seksama.

Hal itu terkait dengan penangkapan seorang warga Tasikmalaya, Jabar berinisial RN (25) yang masuk Jaringan Anshorut Daulah (JAD) diduga kelompok jaringan terorisme Filipina pada 31 Desember 2017 di Kelurahan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan.





Pewarta :
Editor: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar