Dari Kunjungan Kehormatan Dubes RRT ke Kaltara (Bagian Ketiga)

id Kunjungan, Dubes RRT,Investasi

KERJA SAMA : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Dubes RRT untuk Indonesia Mr Xiao Qian meninjau kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan SDF Tarakan. (humasprovkaltara)

Pada kawasan yang terletak di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menyediakan lahan seluas 7.500 hektare untuk dikelola oleh para calon investor. “Luas area KIPI sendiri, pada rencana pembangunan tahap awalnya mencapai 14 ribu hektare yang dibagi dalam 5 distrik. Juga ada luas area pengembangan, dengan target 11 ribu hektare," kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dalam paparannya di hadapan Dubes Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Mr Xiao Qian, belum lama ini.

KIPI selain masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), juga telah termaktub dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kaltara dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). “Dari luas KIPI di Pola Ruang RTRWP Kaltara, seluas 10.654 hektare, lahan yang sudah dibebaskan adalah 4.798 hektare, dan infrastruktur jalan yang dibangun sepanjang 11,2 kilometer dari target 69,38 kilometer. Dan, sampai saat ini dana yang dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah ini, baik APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) maupun APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sekitar Rp 235 miliar dari total biaya yang dibutuhkan Rp 4,575 triliun," ujar Irianto.

Lantas, bagaimana dengan sumber energi untuk menggerakkan KIPI dan industri lainnya di Kaltara? Menopang hal ini, diutarakan Gubernur, sejumlah rencana pembangunan pembangkit listrik telah berproses. Utamanya, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. "PLTA Kayan ini total kapasitas daya listrik yang dihasilkan mencapai 9 ribu Megawatt (MW). Dibangun dalam lima tahap. Untuk tahap I, ditarget tahun ini sudah mulai direalisasikan. Dayanya diperkirakan mencapai 900 MW. Untuk Kayan II, 1.200 MW, Kayan III 1.800 MW, Kayan IV 1.800 MW, dan Kayan V 3.300 MW," urai Gubernur.

Dalam perealisasiannya, PT Kayan Hydro Energy (KHE) akan membangun PLTA Kayan I. "Kaltara juga menawarkan potensi investasi pembangunan bendungan. Ada 3 titik potensi investasi bendungan itu, salah satunya bendungan yang akan dibangun PT KHE. Ada 2 bendungan lagi yang masih potensial, yakni potensi bendungan Long Pujungan (Sungai Bahau) dan potensi Bendungan Lumbis (Sungai Sembakung)," papar Irianto.

Selain PT KHE, ada sejumlah investor yang juga tengah berproses untuk merealisasikan investasinya di bidang ketenagalistrikan. Yakni, PT Kalimantan Electricity, PT Han Energy (Lumbis Ogong), PT Serawak Energy Berhak (Mentarang), dan PT Hyundai Energy (Mentarang).(bersambung)

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar