Bersama Para Menteri, Gubernur Ikuti Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia

id Penguatan, Kapasitas, Pimpinan, Indonesia,Gubernur

KAPASITAS PEMIMPIN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat mengikuti Program Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia-System Leadership for Innovation 4.0 di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (7/6).  (humasprovkaltara)

Jakarta (Antaranews Kaltara) - Bersama sejumlah menteri kabinet kerja, pimpinan lembaga negara non kementerian, serta para gubernur se-Indonesia, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengikuti Program Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia-System Leadership for Innovation 4.0 di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (7/6).

Kegiatan yang seyogianya dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo itu, akhirnya diwakilkan kepada Wakil Presiden (Wapres) RI HM Jusuf Kalla. Selain para menteri, kepala lembaga negara non kementerian dan gubernur, kegiatan ini juga diikuti oleh para tokoh nasional, pimpinan organisasi massa, pemuda dan mahasiswa, hingga pelaku usaha. Dengan jumlah peserta sekitar 700 orang.

Pemateri utama dalam kegiatan tersebut adalah Pakar Manajemen Mr. Peter M Senge, Senior Lecturer MIT Sloan School of Management, USA. Untuk diketahui, Peter M Senge banyak menulis buku tentang manajemen dan leadership, yang sering dijadikan buku rujukan pada Diklat Kepemimpinan di Indonesia maupun negara lain, juga di banyak universitas di dunia.

Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah 'Making Indonesia 4.0; United in Diversity - Building Trust for Our Common Future'. Apa itu United in Diversity atau Yayasan Upaya Indonesia Damai? Ini adalah program untuk menginspirasi para pemimpin di tiga sektor agar berkolaborasi, berkreasi dan menjalankan rencana tindakan untuk menggalang jatidiri bangsa yang maju dan positif, berdasarkan kekuatan majemuk keberagaman rakyatnya. Tujuan utamanya, membangun rasa saling percaya, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, dan menggairahkan gerak pembangunan.

"Sangat menarik. Kegiatan ini sangat positif sebagai upaya revolusi mental-program penguatan kapasitas pemimpin Indonesia," kata Gubernur di sela-sela program itu. Indonesia, lanjutnya, perlu mempercepat transformasi dalam menghadapi 'ekonomi digital' atau yang disebut Making Indonesia 4.0, untuk memperkuat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing Indonesia dalam perubahan global yang berlangsung semakin cepat.

Sementara, dalam arahannya, Wapres menyampaikan bahwa setiap zaman memiliki ciri-ciri perubahan sendiri. Begitu pun setiap negara yang tentunya juga memiliki rencana sendiri untuk menghadapi tantangan perubahan tersebut. Setiap perubahan memerlukan 'pemimpin perubahan'. Indonesia juga telah siap untuk menghadapi perubahan dan era industri dan inovasi 4.0. "Pada sisi lain, Indonesia harus tetap fokus untuk mampu memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya," kata Wapres.

Indonesia, lanjutnya, sudah memiliki 'roadmap industri 4.0' yang telah diluncurkan oleh Presiden beberapa waktu lalu. Di mana setiap produk akan memiliki daya saing. Jika produk tersebut mempunyai kualitas yang baik, harga murah dan cepat delivery atau suplainya. "Kita perlu tetap bersatu dalam keberagaman, agar kuat dalam menghadapi tantangan perubahan (sikap, cara bertindak, aplikasi teknologi digital, dan lainnya). Dari itu, peranan faktor manusia tetap menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola perubahan yang terjadi," tutupnya.

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar