Demi Guru, Pemprov-PSF Teken Mou Teacher Learning Center

id MOU,Teacher, Learning, Center,Sampoerna

KESEPAHAMAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Direktur Fundraising PSF Elan Merdy usai menandatangani MoU tentang Penyelenggaraan dan Pelaksanaan “Teacher Learning Center” di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (13/11). (humasprovkaltara)

Tanjung Selor (Antaranews Kaltara) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyadari bahwa guru adalah kunci untuk memajukan dunia pendidikan dan generasi muda, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kaltara, dan Indonesia secara umum. Untuk itu, pengembangan kualitas guru dan tenaga kependidikan menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Penyelenggaraan dan Pelaksanaan “Teacher Learning Center” bersama Direktur Fundraising Putera Sampoerna Foundation (PSF) Elan Merdy di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (13/11).

Gubernur berharap, dengan MoU ini, apabila ditindaklanjuti secara nyata maka akan mewujudkan guru dan tenaga kependidikan di Kaltara yang semakin cerdas, profesional dan lebih mampu bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing. “Patut diketahui, butuh waktu sekitar setahun untuk menyelesaikan MoU ini. Lantaran, untuk membangun sebuah networking butuh kesepahaman dan kesamaan persepsi di antara pihak terkait. Salah satunya, kesepakatan mengenai pembiayaan program ini, yakni sharing pendanaan masing-masing 50 persen,” jelas Irianto.

Komitmen tersebut, dilakukan demi peningkatan kualitas guru meski secara riil, kemampuan fiskal Pemprov Kaltara taklah besar. “Sangat besar harapan kami, program ini tak hanya menjadi sebatas retorika. Sebab, sejauh ini belum ada aksi nyata dari peningkatan kualitas guru yang bersifat massif di Indonesia. Dari itu, saya selaku Gubernur Kaltara ingin meletakkan dasar yang kuat dalam hal peningkatan kualitas SDM guru dan tenaga kependidikan di Kaltara. Pastinya, ini didorong dengan visi besar Pemprov Kaltara untuk menghadapi masa depan. Dan, Kaltara takkan menyerah dengan keadaan,” urai Gubernur.

Diyakini Gubernur, adanya MoU ini, bagi para pihak terkait tentunya memiliki manfaat berbeda. “Bagi Pemprov Kaltara sendiri, MoU ini merupakan awal dari langkah transformasi pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki Putera Sampoerna Foundation. Dari itu, saya berharap kerja sama ini bersifat jangka panjang,” beber Irianto. Sebagai gambaran, saat ini Kaltara memiliki 59 unit SMA, 28 unit SMK, 4 unit SLB tingkat atas. Jumlah guru, tercatat sebanyak 2.224 orang dan 343 tenaga kependidikan. Jumlah guru bersertifikasi sebesar 30,5 persen, dan 1.445 guru belum bersertifikasi. Kaltara sendiri, masih kekurangan guru sebanyak 616 orang.

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar