Kasus positif COVID-19 bertambah 29 orang di Tarakan

id Covid

Kasus positif COVID-19 bertambah 29 orang di Tarakan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti. Antara/Susylo Asmalyah

Tarakan (ANTARA) - Kasus positif COVID-19 bertambah 29 orang di Tarakan yang merupakan crew kapal dari Surabaya.

"Sebelumnya tujuh orang crew kapal tersebut hasil swabnya positif, jadi totalnya 36 orang saat ini menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tarakan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti di Tarakan, Rabu.

Saat ini, masih ada 31 swab yang belum keluar hasilnya dari crew kapal tersebut.

"Jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 ada 221 orang, sedangkan yang sembuh jumlah kumulatif pasien sebanyak 175 orang," kata Devi.

Seluruh masyarakat Kota Tarakan wajib patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan COVID-19, agar tidak semakin menyebar dan meluas.
Jumlah kasus suspek yang dipantau di Tarakan saat ini sebanyak 222 orang, yakni orang yang dengan gejala ISPA.

“Dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal,” kata Devi.

Orang dengan salah satu gejala ISPA dan 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

“Jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau yang saat ini sebanyak 177 orang. Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19,” katanya.

Riwayat kontak erat yang dimaksud yakni kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable/kasus konfirmasi dalam radius satu meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih. Kemudian sentuhan fisik langsung dengan kasus yang terkonfirmasi seperti salaman, berpegangan tangan dan lain – lain.

Selanjutnya orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus terkonfirmasi tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar. Dan situasi lainnya yang mengindikasi adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi.
Baca juga: Perbup Bulungan Aman COVID-19 masih disosialisasikan
Baca juga: Rapatkan Barisan untuk Pilkada Aman Covid-19
Pewarta :
Editor : Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar