Laporan dari Posko Relawan Kaltara di Lokasi Bencana Sulawesi Tengah (1)

id Laporan, Posko, Relawan, Lokasi, Gempa, Palu

EVAKUASI : Tim Relawan asal Kaltara yang tiba di Kota Palu, Sulawesi Tengah mengevakuasi warga Kaltara untuk dipulangkan ke kampung halaman masing-masing menggunakan KM Manta. (humasprovkaltara)

Tak banyak yang bisa diperbuat, selain memberikan dukungan doa dan bantuan untuk membantu para korban gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Begitu pun dengan Pemprov Kaltara yang secara berangsur mengirimkan bantuan, mulai dari relawan hingga logistik. Berikut laporan staf humas Pemprov Kaltara yang menjadi bagian dari relawan.

Wahyu Eko Susanto, Humas Pemprov Kaltara

Rombongan tim pertama atau tim aju tiba di Pelabuhan Taipan, Palu Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10) dini hari, dan langsung bergegas menuju Markas Komando (Mako) Brimob Sulteng untuk melaporkan kedatangan rombongan relawan dari Kaltara.

Rombongan pertama relawan dari provinsi termuda ini terdiri dari 100 orang personel dari Brimob, 2 orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan 1 orang Biro Humas Protokol Provinsi Kaltara.

Ngeri, dan mencekam begitu yang bisa dirasa. Saat menuju mako Brimob yang tersisa dari sebagian Kota Palu hanyalah puing-puing bangunan yang runtuh akibat dari dahsyatnya gempa bumi berkekuatan 7,4 skala ritcher. Rumah-rumah yang masih bertahanpun ditinggalkan oleh warga ke pengungsian dalam keadaan gelap gulita. Tak henti bibir ini bertasbih mengucap kebesaran Allah SWT.

Seperti diketahui gempa dan tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu telah membuat Kota Palu porak poranda. Misi kemanusiaan yang digagas oleh Pemprov dengan mengirimkan bantuan relawan ke wilayah tersebut salah satunya adalah untuk memulihkan kembali kota tersebut dan mengevakuasi masyarakat Kaltara.

Setelah melaporan kedatangan personel Kaltara di Mako Brimob Sulteng, rombongan kembali menuju Pelabuhan Taipan, untuk berkoordinasi dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) setempat untuk memulangkan sejumlah warga Kaltara yang berhasil dievakuasi.

Selanjutnya, rombonganpun bergegas menuju pondok pesantren Al-Khairat Palu untuk membawa 77 jiwa masyarakat asal Kaltara yang meliputi 53 mahasiswa, 17 pelajar, 1 orang pekerja ponpes, 5 orang relawan, 1 bayi. Mendengar rombongan dari Pemprov Kaltara tiba, para santri pun senang, bahwa mereka akan dibawa pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Seperti yang dirasakan oleh Rahayu, dan Ali pelajar asal Sebatik yg mengatakan sangat bahagia jika bisa pulang ke kampun halaman. “Kami sangat senang, dapat dibawa pulang ke kampung halaman,” kata mereka serentak.

Masyarakat Kaltara yang telah dievakuasi itu, diberangkatkan pada Sabtu (6/10) pukul 15.30 menuju Balikpapan dengan KM Manta. Untuk pemulangannya via Tarakan, mereka akan didampingi Biro Kesra Setprov Kaltara dengan menggunakan pesawat udara yang terbagi menjadi dua kloter. Kloter pertama akan dipulangkan pada hari Minggu (7/10) dengan jadwal pesawat pada pukul 18.20 Wite dari Balikpapan. Sedangkan kloter kedua akan dipulangkan pada hari Senin (8/10).

Atas kerja keras para relawan Kaltara itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie pun menghaturkan terima kasih dan apresiasi. “Atas nama pribadi, Pemprov Kaltara juga masyarakat Kaltara, saya menyampaikan terima kasih kepada tim advance juga relawan lainnya yang sudah membantu mewujudkan upaya evakuasi warga Kaltara di lokasi bencana. Ini semua takkan terwujud tanpa kerja sama, kerja keras, kerja ikhlas juga pengorbanan dari tim yang sudah berada di lokasi bencana,” tutur Gubernur.(bersambung)

Warga Kaltara Yang Dipulangkan Menggunakan Kapal Ferry dari Palu Menuju Balikpapan

Sebatik dan Nunukan : 59 orang (1 orang Bayi 4 bulan)

Kabupaten Bulungan : 9 orang

Kota Tarakan : 7 orang

Kabupaten Tana Tidung : 1 orang

Kabupaten Malinau : 1 orang

Pendamping dari Biro Kesra : 1 orang

Sumber : Posko Relawan Kaltara di Palu, 2018

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar