CLC anak TKI boyong puluhan piala Jambore Pramuka Nusantara Antarbangsa di Malaysia

id Jambore pramuka nusantara antarbangsa, KRI Tawau, CLC sungai balung

Salah satu kemah pramuka milik CLC atau sekolah anak TKI saat mengikuti Jambore Pramuka Nusantara Antarbangsa di Camp Pengakap Tiku Tawau, 23-26 April 2019.

Nunukan (ANTARA) - Anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengikuti Jambore Pramuka Nusantara Antarbangsa di Tawau Negeri Sabah Malaysia berhasil memborong sejumlah piala.

Jambore yang diikuti sejumlah sekolah anak TKI (community learning center) di negara itu dilaksanakan di Camp Pengakap Tiku Tawau pada 23-26 Maret 2019.

Salah seorang guru CLC Pengagau, Fakry melalui siaran persnya, Rabu (27/3) menyatakan, keberhasilan murid-murid sekolah anak TKI pada kegiatan tersebut membuktikan kualitasnya tidak kalah dengan anak sekolah di asal Malaysia.

Ia menambahkan, jambore ini digelar oleh Persekutuan Pengakap Malaysia dengan mengundang anggota pramuka dari sekolah anak TKI dan Kwarcab Pramuka Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan Kalimantan Utara.

Keikutsertaan anak-anak TKI tidak terlepas dari kerja sama Konsulat RI Tawaudan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu(SIKK).

Peserta dari sekolah anak TKI sebanyak 11 CLC yakni Ladang Giram, Merotai, KL Kepong, Kertam Kalabakan, Sungai Balung, Bombalai, Mostyn, Pegagau, Baturong, Jeleta Bumi, dan Gereja Holy Trinity,

CLC Ladang Sungai Balung dengan sebutan Garuda 2 berhasil memborong 11 piala dan medali dari 13 jenis lomba yang dipertandingkan pada Jamboree Nusantara Antarbangsa tersebut.

CLC Sungai Balung ini berhasil meraih juara I pada pertandingan bola volli putra dan putri, tenis meja, sepak takraw, futsal putra dan putri, memasak dan kontingen teramai.

Sedangkan juara II diraih pada tarian budaya dan mini gajet serta juara III keindahan gapura.

CLC Ladang Sungai Balung ini mengikutsertakan 66 anggota pramuka didampingi 11 guru pembimbing dan 15 guru pelatih.

Konsul RI Tawau, Sulistijo Djati Ismojo menyampaikan, dukungannya kepada CLC pada Jambore Nusantara Antarbangsa sebagai bentuk pembinaan nasionalisme anak-anak Indonesia yang berada di wilayah kerjanya.

“Kebanyakan anak-anak PMI (TKI) tersebut lahir dan besar di Sabah Malaysia, jadi penanaman nasionalisme dan kecintaan serta kebanggaan terhadap Indonesia melalui pramuka dan partisipasi dalam kegiatan Internasional sebagai delegasi Indonesia adalah sangat penting,” ucap dia.

Ia menegaskan, keberhasilan anak-anak CLC memenangkan perlombaan pada Jambore Nusantara ini menunjukkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan oleh pemerintah indonesia, tidak kalah dengan kualitas sekolah-sekolah formal lainnya di Sabah”, jelasnya.

Jambore Nusantara Antarbangsa di Tawau ini diikuti 1.500 anggota Pengakap dari Bahagian Tawau dan Kinabatangan, 13 orang anggota Pramuka Kwarcab Tarakan dan 70 orang anggota Pramuka Kwarcab Nunukan.

CLC adalah tempat kegiatan belajar masyarakat Indonesia yang didirikan di kebun-kebun sawit di Sabah dan Sarawak berdasarkan kesepakatan Pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Gedung CLC yang kebanyakan masih darurat atas sokongan perusahaan perkebunan dan komunitas WNM dan WNI setempat serta dibina oleh Kantor Perwakilan RI di Malaysia.

Sebanyak 230 CLC di Negeri Sabah dan Sarawak, termasuk 58 CLC di wilayah kerja KRI Tawau.

Pewarta :
Editor: Rusman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar