Perum ANTARA jadi mitra media resmi Liga Bola Basket Indonesia (IBL)

id Basket,Antqra,Ibl

Perum ANTARA jadi mitra media resmi Liga Bola Basket Indonesia (IBL)

Tangkapan layar unggahan pengumuman mitra media resmi Indonesian Basketball League (IBL), Jakarta, Jumat (22/3/2024, 11.15 WIB). ANTARA/Instagram/@iblindonesia/Donny Aditra

Jakarta (ANTARA) -
Sekretaris Perusahaan Perum LKBN ANTARA Indri Prasetyowati menjelaskan bahwa kerja samamedia partner officialdengan IBL, menjadi salah satu bukti kepedulian ANTARA dalam perkembangan olahraga basket di Indonesia.

"Tentu saja kami bangga dapat turut mendukung IBL, apalagi ANTARA merupakan satu-satunyamedia partnerbagi IBL di musim 2024 ini. Kami harap kerja sama ini juga dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak, dan juga para pecinta olahraga bola basket," kata Indri di Jakarta, Jumat.

Baca juga:IBL 2024 masuk pekan ketujuh, kompetisi pertama di bulan puasa

Ia membeberkan, ANTARA sebagai perusahaan yang merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), selalu berpartisipasi aktif mendukung perkembangan dan kemajuan olahraga di tanah air.

Melalui melalui portal berita antaranews.com dan antarafoto.com, ANTARA siap memberikan dukungan pemberitaan untuk setiap pertandingan IBL musim 2024 secara lengkap, serta mengulik serba-serbi IBL dari sisi yang berbeda, melalui berita teks, foto dan juga video.

Selain itu, ANTARA juga siap memproduksi program siniar (podcast) terkait perkembangan bola basket tanah air, serta menyajikan wawancara eksklusif bersama para pemain dan ofisial.

Baca juga:Satria Muda kembali menang, kalahkan Pacific 107-87

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah mengaku senang dengan adanya jalinan kerja sama mitra media resmi tersebut.

Menurut Junas, kerja sama itu secara tidak langsung akan membantu percepatan perkembangan bola basket di Indonesia.

"Kami senang sekali bekerja sama dengan kantor berita ANTARA yang memiliki jaringan sangat luas. Kerja sama ini akan membantu percepatan informasi tentang IBL kepada masyarakat," kata Junas.

IBL pertama kali bergulir pada 2003 dengan 12 klub peserta. Saat itu, liga dikelola oleh PP Perbasi secara independen.

Pengelolaan liga juga sempat dialihkan ke PT. Deteksi Basket Lintas (DBL) pada 2010, sehingga berubah nama menjadi National Basketball League (NBL). Namun, pada 2015 liga bola basket profesional itu berubah nama kembali menjadi IBL.

Baca juga:Pacific jadi tim dengan kekalahan terbanyak di IBL