Kaltara Paling Siap Sambut Investasi dari Tiongkok

id Dubes RRT, investor, kunjungan

Kaltara Paling Siap Sambut Investasi dari Tiongkok

SAMBUT INVESTASI : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie mendampingi kunjungan kehormatan Dubes RRT untuk Indonesia Mr Xiao Qian di Kota Tarakan, kemarin (1/3). (humprokaltara)

Tarakan (Antaranews Kaltara) - Dari empat provinsi lainnya yang masuk koridor ekonomi dalam rencana kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan yang paling siap dan maju progressnya. Hal ini lah yang membuat Pemerintah RRT secara khusus mengutus Duta Besar (Dubes) nya untuk ke Kaltara.

Kedatangan Dubes RRT untuk Indonesia, Mr Xiao Qian disambut Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dan jajarannya di Bandar Udara (Bandara) Internasional Juwata Tarakan, Kamis (1/3) pagi.

Di sela-sela penyambutan kunjungan kehormatan tersebut, Gubernur menyatakan, bahwa ini merupakan salah satu tindak lanjut dari kerja sama Indonesia dan RRT yang terpayungi pada perjanjian kerja sama bilateral kedua negara dan telah ditandatangani antara kedua kepala negara, beberapa waktu lalu.

"Kerja sama itu, disebut One Belt One Road (OBOR)-Belt Road Initiative (BRI) Indonesia-RRT. Dalam kerja sama itu, Pemerintah Indonesia menawarkan pengembangan koridor ekonominya di 3 provinsi berpotensi. Dari ketiga provinsi itu, Kaltara sebagai provinsi baru banyak mengambil inisiatif dalam memanfaatkan kesempatan tersebut. Juga paling siap," kata Gubernur.

Untuk diketahui, selain Kaltara, tiga provinsi lainnya yang masuk dalam koridor ekonomi dalam skema OBOR-BRI adalah, Sumatera Utara (Sumut), Sulawesi Utara (Sulut) dan satu tambahan Provinsi Bali.

Sebelumnya, Irianto juga telah beberapa kali berkunjung ke sejumlah wilayah di RRT. Di dalam beberapa kesempatan, Gubernur pun menandatangani sejumlah Memorandum of Understanding (MoU), baik dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun pihak swasta RRT. "Kedatangan Dubes RRT untuk Indonesia ini, salah satunya bertujuan untuk mengecek langsung peluang realisasi rencana investasi yang akan ditanamkan pihak RRT di Kaltara. Dan, memastikan apakah investasi tersebut, dalam realisasinya kelak benar-benar menguntungkan kedua belah pihak," jelasnya.

Memanfaatkan kesempatan langka ini, Irianto berencana menawarkan sejumlah peluang investasi kepada wakil Pemerintah RRT itu. Di antaranya, peluang investasi di bidang ketenagalistrikan berupa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), pembangunan infrastruktur perhubungan berupa Jembatan Bulungan-Tarakan. Lalu, pembangunan infrastruktur di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, juga peluang berpartisipasi dalam pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM).

Sementara itu, Dubes RRT untuk Indonesia Mr Xiao Qian menuturkan, pada kedatangan pertama kalinya ke Provinsi Kaltara ini, pihaknya memiliki beberapa tujuan. Di antaranya, ingin bertemu langsung dengan pimpinan daerah di Kaltara, khususnya Gubernur Kaltara beserta jajarannya.

"Kami juga ingin melihat langsung perkembangan Provinsi Kaltara. Dan, yang terpenting, adalah mengimplementasikan kesepakatan antara kedua negara sebagai perwujudan dari kesepakatan yang dijalin oleh kedua negara, melalui Presiden RI Joko Widodo dan Presiden RRT Xi Jinping dalam rangka pengembangan kerja sama dibawah kerangka koridor ekonomi komprehensif pada 3 provinsi di Indonesia," paparnya.

Terkait rencana investasi RRT di Kaltara, Xiao bersedia untuk bertukar pikiran dan rencana dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, dalam hal ini Gubernur Kaltara. "Pada pertemuan nanti, kami akan menggali peluang untuk pengembangan kerja sama itu," tuntasnya.

Sementara itu, selain mendapatkan paparan dari gubernur, DubesRRT didampingi sejumlah investor dari RRT dan jajaran Pemprov Kaltara berkesempatan melakukan kunjungan ke lapangan. Salah satunya ke titik rencana pembangunan Jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan) di sekitaran Pulau Sadau, Tarakan.