Bakamla tanamkan nasionalisme terhadap santri di perbatasan

id bakamla, sebatik, pesantren mutiara bangsa

Sebatik (Antaranews-Kaltara) - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI kembali melakukan kegiatan masih kaitannya dengan program bakti sosial di wilayah perbatasan negara di Kabupaten Nunukan, Kaltara.
Kali ini mengunjungi Pondok Pesantren Mutiara Bangsa di Pulau Sebatik dengan menanamkan jiwa nasionalisme kepada santri santriwati.
Bertempat di mushola pondok pesantren tersebut, Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI, Kolonel Laut (HK) Toni Syaiful di Sebatik, Selasa menjelaskan, generasi muda patut bersyukur karena Negara Kesatuan RI terdiri dari beberapa pulau yang dapat disatukan dalam satu kesatuan yang utuh.
NKRI yang disatukan oleh laut yang memiliki kekayaan yang melimpah dengan beragam jenis ikan dan ekosistim lainnya.
Oleh karena itu, kata Toni, menjadi tanggungjawab bersama termasuk santri santriwati dari Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Pulau Sebatik.
Santri santriwati pondok pesantren ini sebagian besar anak tenaga kerja Indosia (TKI) yang bekerja di Negeri Sabah, Malaysia. Bahkan sebagian lagi, anak TKI korban repatriasi ke Kabupaten Nunukan karena kedua orangtuanya tidak memiliki dokumen keimigrasian.
Toni Syaiful menambahkan, sosialisasi tentang nasionalisme bagi santri santriwati diantaranya berasal dari anak-anak TKI korban repatriasi sangat penting.
Pewarta :
Editor: Rusman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar